RSS

The Choice

06 Mei

Tulisan ini saya ambil dari wall Ali Mahmudi semoga bisa menjadi inspirasi bagi pembaca:

Saya pernah dihadapkan pilihan

  1. Kuliah di Indonesia atas biaya ortu, atau kuliah di Inggris atas beasiswa pemerintah RI ? Saya berupaya dan berikhtiar untuk mendapatkan beasiswa dan kuliah di luar negeri.
  2. tahun ajaran 95/96; saya ada pilihan utk magang tanpa gaji (di inggris) atau magang di gaji (di Inggris) ? Kalau tanpa gaji, bisa dapat kerja dgn mudah karna kerja bakti. Tp, saya berupaya utk mendapatkan magang di gaji…. Akankah selama 1 tahun akademik, harus kerja bakti di perusahaan ?
  3. lulus S1 tahun 97. Dihadapkan pilihan, balik ke tanah air dan pasti dapat kerja, atau mencari beasiswa S2/S3 agar bisa tetap di Inggris. Alhamdulillah, dapat beasiswa kuliah S3.
  4. tahun 2000, ada pilihan… S3 selesai dan harus balik ke tanah air, atau S3 jangan selesai dulu tapi cari kerja di UK. saya pilih, gak sy selesaikan S3 dulu, demi kerja dan tetap di UK.
  5. akhir 2003, pilihannya tetap bekerja dgn resiko penelitian S3 hangus, atau balik ke kampus utk menyelesiakan S3? saya pilih menyelesaikan S3. Karena, sy ingin ilmu sy bermanfaat utk di tanah air, dan sy ingin balik ke tanah air, sehingga perlu S3.

Kalau ingin tetap hidup di UK, S1 ku yang lulus dgn pujian, tugas akhir terbaik, memiliki pamor / wibawa lebih besar daripada S3 ku.

Seperti udah sering saya sampaikan di kelas…. saya suka beasiswa dan suka kuliah gratisan. ^_^

Ali Mahmudi

QS 13:11

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Seperti halnya air yang menyirami bumi, sehingga bisa menumbuhkan berbagai jenis tanaman. Ada yg tumbuh tanaman padi, jagung, bunga mawar, bunga matahri, dll.

Demikian pula halnya peluang bisnis/usaha. Peluang itu ada dan berrseliweran ke semua orang.
Apakah kita punya niat menjadi entrepreneur, dan berusaha menangkap peluang2 yg ada?
Ataukah, kita tidak tertarik menjadi entreprenmeur. sehingga lebih fokus pada, iklan lowongan pekerjaan.
Itu adalah pilihan manusia… Manusia boleh memilih, tapi TUHAN tetap yang menentukan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Mei, 2012 in Tulisan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: