RSS

Kisah Kepemimpinan Sang “Pembuat Jam” dan Sang “Pencerita Waktu”

06 Apr

“Dedikasikan hidupmu untuk semua orang, maka suatu saat pasti akan datang saatnya semua orang akan mendedikasikan kembali hidupnya untuk dirimu”

Suatu hari di sebuah kota, ada seorang warga yang datang dan menanyakan waktu pada seorang yang disebut “pencerita waktu”. Ia dapat memberitahukan waktu dengan tepat dan akurat. Sang “pencerita waktu” menjelaskan pukul berapa pada waktu itu dengan baik dan akurat kepada warga tersebut. Hari esoknya ada orang lain yang menanyakan waktu padanya, dan sang “pencerita waktu” menjelaskan lagi waktu saat itu dengan penuh kharisma dan bijaksana kepada penanya itu. Dan cerita ini terus berlanjut hingga hari-hari berikutnya. Sang “pencerita waktu” menjadi terkenal dan warga kota sangat senang dan benar-benar membutuhkan kemampuannya dalam memberitahukan waktu.

Di lain tempat masih dalam kota tersebut, ada seorang “pembuat jam”, dia adalah orang yang mampu membuat jam di kotanya. Dia membuat jam dengan harapan, jam yang dia buat itu akan berguna dengan memberitahukan waktu pada seluruh warga kota setiap saat. Hingga suatu hari akhirnya jam tersebut jadi. Kini warga kota dapat terus mengetahui waktu dengan sendirinya, tanpa perlu bertanya lagi kepada orang yang dapat menceritakan waktu.
Seratus tahun kemudian kedua orang itu telah meninggal dunia. Nasib sang “pencerita waktu” tercatat dalam sejarah, sebagai orang yang pernah mampu membacakan waktu untuk orang lain. Namun jam yang dibuat oleh sang “pembuat jam” akan terus menjadi legenda abadi, yang selalu bermanfaat bagi semua orang hingga kini.
Pemimpin jenis pertama adalah sang “pencerita waktu” (time teller). Tipe pemimpin yang kharismatik dan berwibawa. Jenis pemimpin ini selalu tampil di depan kelompoknya secara memukau. Dia seorang pemimpin yang sangat bagus, dia akan membawa dirinya menjadi selalu yang terdepan dan terbaik bagi organisasinya.
Pemimpin jenis kedua adalah sang “Pembuat Jam” (time builder). Tipe pemimpin yang selalu berada di balik layar. Dia membangun organisasinya dari dalam. Jenis pemimpin yang biasanya konservatif, kadang juga tidak populer dan juga sekaligus visioner. Dia juga seorang pemimpin yang mampu melihat masa depan, dia akan membangun organisasinya agar bisa terus berjalan dan berjaya walaupun tanpa dirinya sekalipun.
Perbedaan mendasar yang menjadi perbedaan antara sang “pencerita waktu” dan “pembuat jam” adalah visi. Sang “pencerita waktu” memiliki visi sepanjang hayat hidupnya, sedangkan visi sang “pembuat jam” adalah visi sepanjang alam semesta terus ada (visi abadi).
Kebanyakan pemimpin yang dilakukan dari masa lalu hingga masa sekarang adalah mengejar image, nama ataupun popularitas. Seorang pemimpin harus yang kharismatik dan memiliki power agar dapat membawa organisasinya berjalan melalui segala rintangan. Intinya, seorang pemimpin adalah sebuah tokoh bagi organisasinya tersebut.
Tapi apakah pernah terpikirkan oleh mereka, bila mereka sudah tidak memimpin organisasi itu lagi, apakah organisasi tersebut dapat tetap berjalan sama seperti saat mereka memimpin organisasi. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki visi jangka panjang. Tapi kebanyakan pemimpin, sayangnya hanya bervisi jangka panjang bagi dirinya saja. Bukan visi jangka panjang bagi organisasinya.
Sedangkan visi yang dibangun oleh sang “Pembuat jam” adalah visi jangka panjang bagi organisasinya (baca : masyarakat), bukan bagi dirinya. Terkadang hal ini sering menyebabkan sang pemimpin jenis ini tidak tampak dari luar, menjadikan diri mereka tidak populer. Karena fokus mereka bukan pada eksistensi diri mereka sendiri, tapi yang mereka bangun justru narsisme dan eksistensi dari masyarakat tersebut.
Orientasi mereka adalah mempromosikan nama organisasi mereka pada dunia, bila perlu mereka mengorbankan nama diri mereka sendiri tenggelam di dalam kebesaran nama organisasinya. Karena mereka memiliki pandangan yang benar-benar berbeda dengan jenis pemimpin “pencerita waktu”.
Seperti Thomas Alfa Edison, beliau membangun perusahaan General Electric yang dikenal luas oleh dunia adalah nama perusahaan dan produk lampu bohlamnya yang dihasilkan. Pada masa hidupnya, Thomas memang hanya dianggap sebagai orang kurang waras yang lebih banyak bekerja di laboratorium. Tapi setelah puluhan tahun setelah semua orang menikmati produknya, semua orang dengan sendirinya akan bertanya siapa orang yang dibalik layar atas ciptaan yang begitu mengagumkan tersebut. Ada sebuah kata mutiara yang mengatakan “Dedikasikan hidupmu untuk semua orang, maka suatu saat pasti akan datang saatnya semua orang akan mendedikasikan kembali hidupnya untuk dirimu”
Walaupun menurut pandangan saya, kebutuhan sebuah organisasi akan seorang pemimpin haruslah seseorang yang mampu menyokong segala potensi organisasi agar dapat berkembang dan bertahan hingga ratusan tahun kedepan yang saya sebut sebagai pemimpin jenis “Pembuat jam”. Namun sesungguhnya tipe pemimpin “pencerita waktu” pun tetap memiliki peran, mereka memiliki peranan penting dalam menjalankan suatu organisasi, biasanya sebagai figure ataupun sebagai tokoh bagi organisasi itu.

Oleh: Ridwan Gunawan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 April, 2012 in Tokoh

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: